PENERAPAN STRATEGI MARKETING DALAM PEMILUKADA Oleh : H Onnie S Sandi SE

 PENDAHULUAN
Dalam rangka pemenangan kandidat Calon Bupati/Walikota dalam Pemilukada, sebenarnya tidak jauh berbeda dalam menjalankan penjualan suatu product dalam marketing, yang berbeda adalah dalam Pemilukada produk yang dijual adalah Figure atau Personal,sedangkan dalam marketing adalah Goods/Barang dan Service/Jasa. Saya mencoba menerapkan tiori  marketing dalam strategi pemenangan Pemilukada, sebagaimana sudah kita ketahui salah seorang Bapak Marketing Philip Kotler didalam bukunya banyak menguraikan dan menjelaskan berbagai macam tiori Marketing, yang  coba saya terapkan dalam tulisan ini dan mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Menurut Philip Kotler dalam prinsip dasar Marketing yang terkenal dengan istilah Marketing Mix atau     ( 4 P ) adalah ;

1.       Product, dalam hal ini adalah Figure Personal yang menjadi kandidat, apakah memilki syarat-syarat dasar sebagai seorang Pemimpin yaitu :
a.       Intellegence.
  • Sebagai decision making
  • Aspek formal
  • Menganalisa hubungan formal antar organisasi.
  • Memberikan sikap yang tepat terhadap kombinasi unsur tehnologi, ekonomi, keuangan, sosial, budaya, agama dan yuridis dll
b.      Leadership.
  • Menurut Henry Fayol fungsi pemimpin adalah
  • Prevoir, menafsirkan kejadian yang akan datang
  • Organisasi, berusaha agar rencana kerja dapat dilaksanakan.
  • Commandan, memberi intruksi pada bawahan
  • Coordinir, mempersatukan secara selaras segala tindakan bawahannya agar tujuan dapat tercapai
  • Controller, Melaksankan pengawasan dan pengendalian.
c.       Ability to Communicate.
  • Mampu berkomunikasi secara vertical, horizontal dan diagonal secara baik, harmonisasi komunikasi internal dan eksternal baik secara formal maupuninformal dan secara tulisan maupun lisan.
d.      Facility in Scientific Methodelogy.
  • Memilki metode keilmuan untuk membantu memecahkan persoalan yang timbul dan memilki kedalaman ilmu pengetahuan yang menjadi ciri dasar dari orang tsb.
e.      Bread of Interest.
  • Memilki pengetahuan yang luas baik secara edukasi maupun secara universal.
  • Haus akan ilmu pengetahuan.
f.        Moral Value.
  • Memilki integritas yang baik itu kejujuran, dedikasi, loyalitas, etos kerja dll.
  • Dapat menjadi teladan bawahannya baik didalam organisasi maupun di masyarakat.
g.       Judgement.
  • Bijaksana.
  • Memilki pertimbangan dalam menghadapi beberapa masalah.
h.      Initiative
  • Memiliki insiatif dan kreatifitas yang baik.
2.       Price, dalam hal ini adalah Figure Personal yang menjadi kandidat apakah memiliki kelayakan untuk  dijual yakni :
  • Popularitas
  • Follower
  • Relasi dan pertemanan yang banyak.
  • Human relation baik kepada Tokoh Masyarakat< Agama, Institusi d
  • Daya tarik.
 3.       Place/Tempat, dalam hal ini adalah Figure Personal yang menjadi kandidat  apakah memilki keterikatan dengan daerah tempat dilaksanakan Pemilukada ;
  • Apabila dia sebagai putra daerah, dia lebih diuntungkan karena memiliki hubungan emosional dengan mayoritas penduduk daerah tsb.
  • Apakah dia dikenal baik oleh lingkungannya baik di tempat kerja, dirumah atau di organisasi lain tempat kandidat beraktifitas.
  • Bagaimana kandidat tsb membangun Human relationship.
  • Pengenalan terhadap geografis, budaya,agama, social, tradisi dsb.
4.       Promotion, terkenal istilah Promotion Mix yakni :
a.       Advertising/ Iklan, Fungsi Advertising menurut Kotler adalah sbb :
  •  Membina kesadaran ( Awarness Building )
  • Mengingatkan secara Efisien ( Efficient Reminding )
  • Membina pengertian ( Comprehension Building ).
  • Membuka pintu ( Lead Generation )
  • Legitimasi ( Legitimate )
  • Penentraman hati ( Reassurance  ).
b.      Publication
  • High Credibility yaitu membuat publikasi sehingga kepercayaan pembaca terhadap berita dari cerita yang oleh pembaca diangap sebagai berita baik dan hal ini bisa dilakukan melalui media koran, radio, televisi, pamflet atau orang lain.
  • Off Quard, dengan ini dapat dicapai konsituen potensial yang umumnya menghindari bujukan melalui personal atau iklan.
  • Dramatization, kemampuan untuk mendramatisasi suatu figur atau kejadian yang ada.
c.       Sales Promotion.
Faktor yang mempengaruhi Promotion Mix ( Stanton ) adalah ;
  • Jumlah dana yang tersedia
  • Sifat Figure, yakni mana yang lebih tepat apakah iklan, publikasi ,personnel  selling atau Sales Promotion.
  • Tahapan life cycle :
  1. Tingkat pengenalan digunakan Personnel Selling.
  2. Tingkat pertumbuhan digunakan adverstising.
  3. Tingkat kematangan, pada saat ini advertising bukan pada pengenalan tapi membujuk
  4. Tingkat penurunan, semua usaha promosi ditinjau ulang.
  • Sifat Pasar.
  1. Luas secara geografis
  2. Konsentrasi  Pasar.
  3. Type masyarakat.
d.      Personnel Selling.
Adalah yang bertugas bagaimana mempegaruhi orang lain agar orang tersebut mau melakukan apa yang diinginkannya. Didalam menentukan orang yang memilki tugas ini adalah yang paling sulit karena pekerjaan ini memiiiki syarat ilmu/science dan Seni/Art, disamping kerja keras, ulet dan pantang menyerah sehingga proses recruitment, sellecting, training,staffing harus benar berjalan dengan bimbingan tutor yang baik.
Tugas Personnel Selling al ;
1.       Mendapatkan pelanggan baru.
2.       Menyampaikan informasi mengenai figure yang dijual.
3.       Melaksanakan transaksi ( Approach, Presentasi, Mengatasi Keberatan dan Closing ).
4.       Pelayanan.
5.       Mengumpulkan informasi ( Intellengence )
Disamping hal tsb diatas hendaknya diperhatikan juga bahwa setiap kelompok pada dasarnya memiliki organisasi , dan organisasi yang paling kecil dimasyarakat adalah  keluarga dan setiap organisasi biasanya selalu memiliki sbb:
a.       Initiater/ Orang yang pertama kali mempunyai Inisiatif.
b.      Influencer/ Orang yang mempengaruhi
c.       Decider/ Keputusan.
d.      Buyer atau orang yang melaksanakan transaksi.
Namun ada tiori lain tentang  organisasi sebuah keluaga yang perlu dipertimbangkan yakni Perangkat Urutan Keluarga menurut Herbat terdiri dari bebrapa jenis al ;
  • Autonomic, adalah masing anggota keluarga memilki wewenang untuk mengambil keputusan.
  • Husband Dominant, adalah apabila suami sebagai kepala keluarga lebih bayak mengambil keputusan dalam melakukan pilihan.
  • Wife Dominant, adalah apabila isteri lebih dominan dalam mengambil keputusan dalam melakukan pilihan.
  • Syncrotic, adalah keputusan tentang pilihannya diambil bersama-sama antara sumai dan isteri.
Dan yang harus dicermati juga adalah adanya Opinion Leader ( Pemimpin masyarakat ), sehingga agar lebih efektif proses penjaringan pemilih hendaknya  mempelajari ciri-ciri di masyarakat tersebut dan juga yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja  adalah mempertimbangkan tiori Occupation yang mengatakan bahwa pekerjaan atau jabatan seseorang akan mengarahkan pilihannya. Banyak pendekatan yang harus dipelajari didalam masyarakat termasuk beberapa jenis pemilih apabila dilihat dari tingkat loyalitasnya al ;
  • Hardcore Loyals. adalah pemilih yang sangat setia pada satu figure.
  • Softcore Loyals, adalah pemilih yang setia pada figur tertentu.
  • Shifting Loyals, adalah pemilih yang akan beralih dari figure yang satu ke figure lainnya.
  • Switcher Loyals, adalah pemilih yang tidak terikat pada satu figure.
Dalam perkembangan selanjutnya  Philips Kotler dalam tiorinya yaitu Mega Marketing yang terkenal dengan 6 P,  dengan menambahkan  2 P, dari 4 P yang sudah dijelaskan diatas  yakni ;
e.      Power Lobbying, adalah kekuatan atau kemampuan melobby unsur kekuatan organisasi politik, organisasi massa atau kelompok tertentu di masyarakat agar dapat memberi dukungan kepada dirinya.
f.        Public Opinion, adalah kekuatan atau kemampuan melalui media massa atau organisasi membentuk opini yang memberi keuntungan bagi dirinya.
PENUTUP
                Demikian tulisan singkat yang dapat saya sampaikan tentang penerapan marketing dalam Pemilukada yang sebetulnya apa yang saya sampaikan hanya sekelumit tentang Marketing, yang membutuhkan kajian dan analisa yang lebih mendalam lagi sehingga dalam penerapannya benar-benar dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya, atau paling tidak apa saya sampaikan dapat mengingatkan dan menjadi referensi pada kita bahwa ada suatu tiori yang apabila dikaji secara seksama dengan metode yang sistimatis dan dijalankan dengan management yang baik dapat digunakan sebagai strategi pemenangan dalam Pemilukada. Selamat berkompetisi…
( H Onnie S Sandi SE, adalah pemerhati masalah Politik di Purwakarta )

About H Onnie S Sandi SE

Melanjutkan Bakti Untuk PURWAKARTA

8 responses »

  1. SanG BaYAnG mengatakan:

    Maaf.., mohon izin untuk mengkopi artikel ini pada uwak Onnie..
    Bolehkah..???

  2. Artikel yg bagus…. bisa di share…penerapan ilmu marketing dari sudut yg berbeda

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s