Tak terasa PILKADA PURWAKARTA telah dekat, Tahun 2013 bukanlah waktu yang lama untuk menjalankan agenda dan strategi dalam penentuan dan pemenangan para Bakal Calon PILKADA, riak – riak memilih kawan untuk berkoalisasi mulai menggelinding dipermukaan, sebagian Pelaku dan Partai Politik sudah mulai menghitung bila Tahun Baru 2012 M sebagai waktu yang tepat untuk menabuh genderang PILKADA PURWAKARTA, bahkan pengaruh kasak – kusuk partai politik telah mulai mengembungkan dada untuk memasang nilai tawar, atmosfer segar dipegunungan, dipedataran dan wilayah dataran rendah telah mulai tercium aroma pragmatism, diperkirakan kusamnya dunia politik belum mulai keluar diwarnai kejumudan yang diciptakan oleh orientasi transaksi.

Melihat hal-hal diatas, patut rasanya penulis menyampaikan bentuk pendapat untuk segera disadari bahwa koalisi berorientasi transaksi dan realitas pemenuhan sesaat (instan) yang berkepanjangan bukannya melahirkan pemimpin-pemimpin legitimated, malainkan mempercepat gelinding bola kehancuran dalam tatanan bernegara khususnya pengelolaan pemerintahan dinegeri ini. Kristalisasi nilai-nilai pragmatism politik dalam konteks lokal Purwakarta hanya akan melanggengkan tradisi suap menyuap diantara pemilik kendaraan (partai politik) dengan calon dan calon dengan pemilih.
Koalisi berorientasi transaksi telah membentuk mental-mental kerdil para pemimpin dan elit partai dengan tidak mengindahkan agenda perjuangan hak dan aspirasi rakyat. Lebih jauh rakyat telah dijebak kedalam realitas pemenuhan sesaat dengan iming – iming indomie, beras dan bekal sedikit rupiah, sehingga lupa akan substansi sebenarnya dalam menggunakan hak pilih. Hal yang muncul pasca pemilu/pilkada adalah kesewenang-wenangan untuk mengembalikan nilai capital yang telah ditanamkan.
Semestinya koalisi partai itu dibangun atas kesamaan visi dalam membangun daerah, bukan kesamaan terhadap orang bakal calon yang diusung dengan harga yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Untuk itu perlu kiranya penentuan Bakal Calon PILKADA ini dilalui dengan proses-proses yang bisa dipertanggungjawabkan oleh para pimpinan dan elite partai, mengingat penentuan bakal calon ini akan memiliki ekuivalensi sebagai agen partai yang akan bertangungjawab untuk melakukan realisasi perjuangan partai dalam bentuk kebijakan publik diranah eksekutif.

Strategi Penentuan Balon

Dibawah ini akan disampaikan strategi penentuan bakal calon (balon) yang bisa dipegang oleh Partai Politik dalam memilih dan menentukan bakal calon PILKADA PURWAKARTA.

Sebelum memilih dan menentukan BAKAL CALON, Partai politik semestinya melakukan inventarisasi dan kajian seputar isu-isu yang akan berkaitan dengan proses pengelolaan dan pembangunan daerah, isu – isu tersebut diantaranya adalah ; isu strategis dan isu aktual, isu strategis diambil dari hasil inventarisasi dan kajian isu, sementara isu-isu aktual bagian dari isu strategis yang bisa dilaksanakan dalam jangka pendek, hal ini dapat direalisasi dalam satu tahun anggaran (APBD Murni) atau satu semester anggaran (APBD Tambahan).
Kedua isu ini, menjadi bahan Partai Politik untuk merumuskan visi, misi dan program dalam mengelola pembangunan daerah, setelah partai memiliki visi, misi dan program pembangunan daerah, hal selanjutnya adalah menentukan kirteria-kriteria sebagai ukuran untuk mencari bakal calon, kriteria ini menjadi kontrak politik antara bakal calon dan partai.
Tata cara pemilihan dan penentuan bakal calon yaitu dengan mengundang setiap orang yang bersedia menjadi calon dengan ketentuan sanggup menjadikan atau menjalankan visi, misi dan program yang telah dirumuskan oleh Partai Politik.

Dalam hal menentukan pilihan bakal calon tentunya tidak sesederhana memilih produk manufaktur, tetapi melalui seleksi ketat atas kesesuaian kriteria bakal calon terhadap visi, misi dan program. Melalui proses tersebut, baru Nama bakal calon muncul, bila partai dalam memilih dan menentukan langsung pada pemunculan nama bakal calon, maka sudah bisa dipastikan bahwa partai sedang melakukan Politik transaksional (dagang sapi) karena pimpinan dan elite partai tersebut tidak memiliki arah yang jelas dalam memimpin organisasi Partai Politik.
*Penulis adalah : Mantan Ketua KPU Kabupaten Purwakarta

About H Onnie S Sandi SE

Melanjutkan Bakti Untuk PURWAKARTA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s