Kisah Sayyidina Umar bin Khattab ra. dan Pembantunya
SUN, 07/10/2011 – 00:14 – JAFAR
Diriwayatkan dari Qaisin bin Haazimin bahwa dia berkata:
“Tatkala Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pergi ke negeri Syam, maka antara dia dan pembantunya bergantian naik onta.
Maka Umar naik ontanya dan pembantunya memegangi tali ontanya serta berjalan satu farsakh/tiga mil, kemudian Umar turun dan pembantunya naik serta Umar ra. yang memegang tali ontanya dan berjalan kira-kira satu farsakh/tiga mil kemudian turun.
Setelah dekat Syam, giliran yang naik adalah pembantunya, maka si pembantu itu naik onta dan Umar yang memegang tali onta, dan di jalan yang dilewati terdapat air seperti air bah. Maka Umar masuk dan melewati air itu sambil berjalan serta menarik ontanya sedang dia menghimpit sandalnya di bawah ketiaknya yang kiri.
Kemudian keluarlah Gubernur Syam yaitu Abu Ubaidah bin Jarrah, dia termasuk golongan sepuluh orang yang diberi kabar gembira dengan masuk surga.

Gubernur itu berkata: “Wahai Amirul Mu’minin, sungguh para pembesar Syam sama keluar menyambut tuan, maka tidak baik rasanya kalau mereka itu melihat tuan seperti ini (menarik tali onta sedang pembantunya naik ontanya).
Kata Umar: “Sesungguhnya Allah telah menjadikan kita mulia dengan sebab Islam, maka saya tidak usah memerhatikan kata orang.” ”
Sumber :http://www.jafarsoddik.com/

 

Artikel Terkait :

About H Onnie S Sandi SE

Melanjutkan Bakti Untuk PURWAKARTA

8 responses »

  1. jayputra9 mengatakan:

    Umar bin Khattab ra. Beliau sangatlah mulia. Hampir-hampir tidak ada yang sanggup mempraktikan atau meniru apa yang beliau lakukan di kehidupan sekarang. Itu menandakan semakin bergulirnya waktu kemulian manusia juga turut berkurang. Andaikan beliau menjadi pemimpin di kehidupan saat ini, pasti yang namanya korupsi akan jarang terdengar di para pelaku politik, dan pasti rakyat sangatlah menyukai beliau. Bagaimana tidak dengan pembantu saja beliau seperti itu bagaimana jika dengan rakyat. Saya yakin kemiskinan bisa di atasi. Tidak rakyat yang kelaparan ataupun tidak mendapat hak kemerdekaannya.

    ^_^ Saya suka ceritanya.

  2. sheva mengatakan:

    Seorang Umar bin Khatab adalah Amir nya orang-orang mukmin, beliau bertanggungjawab langsung kepada Allah, Rassul. dan Rakyat nya. bukanlah seorang Presiden itu seperti pempmpin, kalau dia hanya bertanggung jawab kpd yang mempresidenkannya(partainya) dan golongannya, makanya dia tidak akan bisa membawa rakyatnya seperti umar..

  3. edy soelistijo mengatakan:

    itulah salah satu sahabat rassulallah apalagi rassulallah MUHAMMAD SAW lidah , pikiran , jiwa serta raga tak mampu ntuk berkata kecuali MASYAALLAH

  4. Katrina mengatakan:

    membayangkan….

    supir Mas Onnie punya basikal..
    Mas Onnie, semestinya Merce…
    terus…
    bergantian pakai…
    basikal tukarkan sama Merce….
    cuma seminggu aja deh Mas…..

    bisa gak ya..hihi😀

    *bercanda aja ya Mas Onnie… ;p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s